Masyita, Hafidz Cilik Tunanetra Hafal Al Quran Berkat TV dan HP - Fesbuker.Com

Masyita, Hafidz Cilik Tunanetra Hafal Al Quran Berkat TV dan HP

Hafidz cilik asal Makassar ini bernama Mashita, usia 8 tahun. Namanya ramai menjadi percakapan di jejaring sosial karena suara merdunya dalam melantunkan ayat-ayat suci Al Qur'an bil ghaib (secara hafalan).

Namun, satu hal yang lebih membuat sosok Masyita dikagumi adalah ternyata beliau seorang anak penyandang disabilitas (tuna netra). Subhanallah Wal Hamdulillah!

Video hafalan Al Quran dengan alunan suara khas Hafiz Cilik Masyita ini mampu menggerakkan tangan banyak pengguna jejaring media sosial untuk melakukan klik SHARE. Terlebih setelah beliau muncul di acara Audisi Hafidz Indonesia RCTI.

Kabarnya anak yang saat ini bersekolah di Sekolah Luar Biasa ini mengalami gangguan penglihatan sejak umur 3 tahun.
Sejak itu ia rutin menghapal Al Quraan dengan mengandalkan pendengarannya.
Hafidz cilik Masyita juga pernah diundang mengikuti audisi Hafiz Asean 2016 di Majid Istiqlal, Jakarta dan akan disiarkan RCTI.
Ayah Mashita Nasruddin bercerita bahwa putrinya ini lahir prematur, Mashita dilahirkan pada kehamilan bulan ke tujuh.

Berbeda dengan anak sebayanya, Mashita kata Nasruddin, bisa menghafal surat Juz Amma, melalui otodidak, atau dengan mendengar berulang-ulang lantunan ayat suci Al-Quran melalui televisi dan dari Smart Phone ibunya.
"Saya juga heran, ini anak bisa hafal 30 juz tanpa pernah kami ajar atau tuntun," ujar Nasruddin.
Keseharian anak kedua dari tiga bersaudara ini, sebagai pelajar di Sekolah Luar Biasa (SLB) Yapti Makassar. Saat ini, Mashita duduk dibangku kelas dua.
Nasruddin mengatakan anaknya bisa menghafal 30 Juz, diusia 6 tahun.
Disekolah Mashita sendiri, hanya diberi pelajaran tentang isyarat tubuh dan pendidikan dasar.

"Sedangkan menghafal Al-Quran melalui televisi dan hape mamaknya," kata Nasruddin dengan haru.
Makassar 1 Juli 2008, Mashita dilahirkan oleh ibunya tercinta, di Rumah Sakit Pertiwi, dalam kondisi prematur.
Ia lahir dalam usia 7 bulan didalam kandungan Irawati, dengan berat 1 kilo.
"Namun dengan perlindungan yang kuasa, anak dan istri saya selamat dan diberi kesehatan," Nasruddin menambahkan.
Nasuruddin, bukanlah pejabat atau pengusaha. Dia adalah adalah keluarga sederhana.
Nasruddin saat ini, tercatat sebagai honorer di Sekretariat Kantor DPRD Sulawesi Selatan.
Dikaruniai seorang anak yang pandai menghafal 30 juz dengan kondisi yang tidak normal seperti saat ini, membuat Nasrudddin bangga.
Ia yakin, keluarganya besarnya bisa mendapat tempat yang terbaik di "Syurga- Insya Allah" dengan adanya seorang Mashita.
Mashita sebelum tidur ataupun beranjak dari tempat tidur, tidak lepas dengan membaca surat-surat Al-Quran yang dia hafal.
Dengan hidup berkecukupan, Mashita tidak memilih makanan layaknya anak-anak lainnya. Dirumahnya ia hanya makan nasi , telur, roti serta susu cokelat.
"Tidak adaji kasian dia naminta," ujar Nasruddin.
Dirumah, Mashita dikenal sosok yang periang, ketika ada tetamu yang masuk kerumahnya tanpa bersalam, pasti ia menegurnya.
"Bapak-Ibu assalamu alaikum ki' kalau masuk rumah," kutip Mashita yang dicontohkan ayahnya.
Dengan kemampuannya menghafal Juz Amma, Nasruddin baru ini mengikutkan anaknya pada lomba 17an antar RW yang diadakan kelurahan Bara-Barayya, dan saat itu Mashita pun keluar sebagai juara 1 mengalahkan anak yang normal.







Ingin Berlangganan Artikel GRATIS dari Fesbuker.com? Masukkan eMail, lalu klik Tombol LANGGANAN: