Benci Arab atau Benci Islam? - Fesbuker.Com

Benci Arab atau Benci Islam?

Prihatin rasanya melihat status-2 FB yang menjelek-jelekkan hal-hal yang berbau Arab. Bukan karena saya orang Arab. Tapi karena setiap hari saya shalat pake Bahasa Arab, baca Qur'an yang juga bahasa Arab, mantengin keindahan Ka'bah yang juga di Arab. Bagi saya, Islam tak bisa dipisahkan dengan apa yang dinamakan Arab. Entah itu bahasanya maupun sejarahnya.

Tapi, saya sedikit lega karena mereka yang menyudutkan Arab kebanyakan adalah non muslim atau anak-anak yang anti FPI, HTI, dll. Ga papalah. Masing-masing punya pandangan sendiri berdasarkan tingkat kedewasaan pola pikirnya. Hanya saja, yang kita khawatirkan adalah apabila anak-anak Islam sendiri terperangkan dalam sebuah skenario besar Yahudi yang berusaha menjauhkan mereka dari Islam.

benci arab atau benci islam


Barusan saya membaca tulisan mas Henry S Herlambang di Facebook yang menurut saya bagus. Saya copas di sini agar menjadi bahan diskusi bagi pembaca setia FESBUKER.COM.

Banyak yg Alergi dgn kata Abi dan Umi katanya bukan budaya Indonesia, bagaimana dgn kata MOVE ON. Katakanlah betul ada beberapa representasi budaya Arab pada sekelompok masyarakat Indonesia. Terus masalahnya apa? Sampai-sampai ada kampanye perlawanan terhadap unsur-unsur budaya Arab? Melanggar undang-undang? Melanggar norma-budaya Indonesia?

Sebagian masyarakat Indonesia pun mepraktikkan unsur-unsur budaya Amerika, Inggris, India, Cina, kenapa tidak ada masalah? Kenapa tidak perlawanan terhadapnya?

Baik. Jilbab itu budaya Arab (Satu sisinya). Lawan. Tapi rok mini kan juga bukan budaya Nusantara atau Indonesia. Kenapa tidak dilawan?
Kearab-araban itu terbelakang. Keamrik-amrikan itu maju. Agar tau saja, suku-suku pedalaman di Kalimantan dan Papua sekarang sudah keamrik-amrikan, karena sering didatangi LSM asing. Jadi keamrik-amrikan sudah jadi pertanda suku terasing.

Terus kalau mau mempertahankan budaya Indonesia. Kenapa kebaya cuma dipake pada upacara resmi? Kenapa sanggul ditinggalkan? Kenapa tak dijadikan budaya nyata Indonesia hari ini?

Kenapa menentang poligami? Itu budaya Nusantara. Sejak zaman kerajaan sampai Soekarno. Dan Raden Ajeng Kartini adalah istri keempat Bupati Rembang KRM Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat. Ayo teladani dia bukan hanya kebayanya setahun sekali.
Poligami ditentang, perkawinan sesama jenis diperjuangkan.

Kalau mau konskuen dengan sikap negatif terhadap budaya Arab, lawan dan basmi sampai tuntas. Termasuk dalam berbahasa. 70persen kosa-kata bahasa Indonesia adalah bahasa Arab. Saran saya jangan. Nanti anda susah ngomong dan terpaksa pake Indonenglish yang maha lucu itu.
Why on earth you hate me? Wait, 'earth' itu dari kata Arab 'ardh', yang artinya bumi.

Jadi kalo anda memilih berbahasa Inggris untuk menghindari Arab, anda akan berjumpa dengan kata Arab juga. Sugar itu dari kata Sukkarun. Camera itu dari Arab 'Kamara', yang artinya kamar gelap untuk memproses film foto (Penemu kamera adalah ilmuwan Islam klasik Ibnu al-Haitham).

Tapi jangan sampai anda jadi anti kamera. Jadi repot nanti.
You like alcoholic drink? Alcohol itu dari kata Arab alkuhuul. You like coffee? Bukan hanya katanya, tapi barangnya juga dari Arab. Dulu orang Eropa tak mengenal kopi, yang arabnya Qahwah. Orang Islamlah yang memperkenalkan dan membawakan kopi ke Eropa. Cotton, dari kata Arab Qutun. Dan banyak lagi. Capek lah.
Jadi jangan menentang unsur-unsur budaya yang tidak bermasalah dan malah memperkaya budaya kita. Katanya mau gaul. Mau mengglobal. Sejak awal Indonesia adalah adonan budaya India, Cina, Portugis, Arab, Inggris, Belanda. Jadi Indonesia tempo dulu lebih gaul dari orang Indonesia sekarang. Lebih terbuka.
Persoalannya bukan budaya arab, amrik, cina atau pribumi. Tapi baik atau buruk. Kalau buruk, meski pribumi, tinggalkan saja. Ayo lah move on.
anti arab atau anti islam
Ada juga tulisan lain di 8trendingnews.blogspot.co.id seperti ini:
Kalau alasannya, "Kita harus cinta dan menjaga budaya asli Indonesia," berarti kita juga harus anti Amerika, anti Korea, anti India, anti Australia, anti China, anti Jepang dan sebagainya.
Kalau alasannya, "Arab menjajah Indonesia dengan tameng penyebarluasan agama," maka sungguh lucu! Karena justru orang-orang Eropa yang TERBUKTI menjajah Indonesia sambil membawa agama Kristen. Sedangkan Islam masuk ke Indonesia lewat perdagangan dan secara damai, bukan lewat penjajahan.
* * *
Kau bilang, "Ini Indonesia, bukan Arab. Tak perlu pakai istilah akh, antum, syukran, jazakallah, abi, umi, dst."
Padahal saat merayu pacarmu, kamu berkata, "I Love you. I miss you." Saat patah hati, kamu berkata, "Gue gagal move on, nih."
Hm.. itu bahasa Indonesia atau bukan, ya?
Kau terlihat sangat anti Arab dengan alasan "Kita harus cinta pada budaya Indonesia." Padahal di saat yang sama kamu membela ajang Miss World, yang jelas-jelas bukan budaya Indonesia.
Orang yang suka lagu nasyid berbahasa Arab kamu cela-cela dengan alasan, "Itu bukan dari Indonesia." Padahal kamu justru memuja-muja para boyband dari Korea, tergila-gila pada film India, dan cinta buta terhadap film dan musik dari Amerika.
Kamu mungkin lupa: Nama-nama hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat dan Sabtu itu berasal dari bahasa Arab. Istilah musyawarah dan adab juga dari bahasa Arab.
Banyak sekali istilah bahasa Arab yang kini diserap ke dalam bahasa Indonesia, dan ternyata sering kamu pakai, dan kamu menyukainya!
Bahkan kalau kamu belajar sejarah Bahasa Indonesia, kamu akan KAGET DAN SHOCK, karena ternyata bahasa Arab memiliki pengaruh yang SANGAT KUAT terhadap bahasa Indonesia.
Kamu mungkin belum tahu, bahwa struktur bahasa Indonesia dan Arab itu PERSIS SAMA. Saking samanya, kita bisa dengan mudah melakukan penerjemahan kata demi kata. Hal seperti ini tidak bisa dilakukan terhadap bahasa lain.
Coba kamu terjemahkan bahasa Inggris ke bahasa Indonesia dengan sistem terjemahan perkata. Bisa? Dijamin tak bisa. Karena pasti hasil terjemahannya akan sangat ngaco.
Tapi bahasa Arab BISA. Itula salah satu bukti bahwa bahasa Indonesia dan Arab punya hubungan yang sangat erat.
Kalau kamu mencela Islam sebagai agama dari Arab, bukan dari Indonesia, hei... apa kamu lupa bahwa Kristen, Hindu dan Budha pun bukan dari Indonesia. Agama asli Indonesia adalah ANIMISME. Lupa, ya?
Jadi kenapa harus anti Arab?
Jangan-jangan kamu sebenarnya anti Islam, bukan anti Arab.







Ingin Berlangganan Artikel GRATIS dari Fesbuker.com? Masukkan eMail, lalu klik Tombol LANGGANAN: