Mbah Gotho, Manusia Tertua di Dunia Bercita-cita Ingin Meninggal - Fesbuker.Com

Mbah Gotho, Manusia Tertua di Dunia Bercita-cita Ingin Meninggal

Sodimejo atau akrab dipanggil Mbah Gotho merupakan manusia tertua di Dunia saat ini. Beliau berasal dari Jawa Tengah. Usianya hampir 1,5 abad. Hal ini membuat banyak orang penasaran hingga para selebriti indonesia pun silih berganti mendatangi rumah Mbah Gotho secara langsung.

Ada yang kisah menarik dari Mbah Gotho. Yaitu tentang cita-cita sepanjang menjadi manusia tertua di dunia. Apa itu? Beliau pernah bercerita tentang satu impiannya yang belum terwujud yaitu "ingin meninggal".

Sodimejo atau yang lebih akrab dipanggil Mbah Gotho diakui sebagai manusia tertua di dunia oleh Pemerintah Indonesia.

Pengakuan pemerintah tersebut dikeluarkan lewat rekam data E-KTP. Pemerintah membuat data kelahiran Warga Dusun Segeran RT18 RWDesa Cemeng, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen berdasar pengakuan yang bersangkutan, yakni 31 Desember 1870.

Dengan kata lain, Mbah Gotho sudah berusia 75 tahun saat proklamasi kemerdekaan Indonesia. Dengan pengakuan ini, Mbah Goto bisa dikatakan bakal mengalahkan rekor dunia manusia tertua yang saat ini dipegang Jeanne Calment dari Prancis. Jeanne lahir 21 Februari 1876 dan meninggal 4 Agustus 1997. Dia miliki usia 122 tahun 164 hari.

Ingin Dicatat sebagai Manusia Tertua di Dunia


MESKI usianya diklaim sudah 146 tahun, tetapi Sodimejo atau yang akrab dipanggil Mbah Gotho masih terlihat ethes. Pria yang di KTP-nya tertulis kelahiran 31 Desember 1870 ini masih bisa berjalan, meski dibantu dengan tongkat. Dia juga masih bisa berbicara, meski pendengarannya sudah berkurang, sehingga terkadang harus berbicara agak keras dengannya. Kesehariannya Mbah Gotho tinggal bersama keluarga Suryanto (46), cucu dari istri keempat yang sudah almarhum. Mbah Gotho terlahir dengan nama Saparman dan berganti jadi Sodimejo setelah menikah.

Pihak keluarga ingin agar Mbah Gotho bisa dicatat sebagai manusia tertua dunia dan masuk Guiness Book World of Records. Tapi selain tidak tahu caranya dan belum ada pihak-pihak yang membantu untuk mencatatkannya ke dalam rekor dunia.

Sementara Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengungkapkan, Mbah Gotho adalah aset berharga yang dimiliki Kabupaten Sragen. Pemkab Sragen juga siap membantu untuk mencatatkan Mbah Gotho sebagai manusia tertua di dunia dan diakui oleh Guiness Book World of Record. ”Tapi sebelumnya akan kami komunikasikan dulu dengan beliau dan keluarganya apakah bersedia atau tidak,” tuturnya.

Peristiwa Besar Yang Dilalui Mbah Gotho


Dari abad ke 19, tepatnya tahun 1870 ketika Mbah Gotho lahir, di belahan bumi lainnya sedang terjadi Revolusi Industri Kedua terutamanya di Britania Raya, Jerman dan Amerika Serikat. Ini ditandai dengan berkembangnya teknologi dan penemuan seperti sistem elektrik, peralatan mesin, Pembuatan kertas, minyak tanah, bahan kimia, teknologi maritim, karet, sepeda, mobil, mesin dan turbin, telekomunikasi, manajemen bisnis modern sampai pada transportasi kereta api.

Pada 1883 juga tercatat Gunung Krakatau yang berada di selat Sunda meletus. Ledakannya dianggap yang terkeras hingga 3.000 mil dari titik asal. Ledakannya setara dengan 200 megaton TNT. Menurut catatan resmi dari pemerintah kolonial Hindia Belanda, 165 desa dan kota di dekat Krakatau hancur. Setidaknya 36.417 orang meninggal, dan ribuan lainnya luka-luka.

Masa hidup Mbah Gotho di akhir abad ke 19 juga dilalui oleh kematian tokoh-tokoh besar dunia, seperti Mikhail Bakunin (1876), Friedrich Engels (1895), Vincent van Gogh (1890), Fyodor Dostoyevsky (1881), Charles Darwin (1882) dan masih banyak lagi.

Memasuki abad ke-20, ketika usia Mbah Gotho masuk 30 tahun, banyak peristiwa besar yang mengubah hampir sebagian besar tatanan dunia yang berpengaruh hingga saat ini.

Dimulai dengan Perang Dunia I pada 1914 yang dipicu peristiwa pembunuhan pewaris takhta Kekaisaran Austro-Hungaria, Erzherzog Franz Ferdinand oleh Gavrilo Princip dari organisasi Bosnia Muda, sebuah gerakan pembebasan Bosnia Serbia. Perang besar ini berakhir pada 11 November 1918

Pada tahun 1917, di belahan Eropa Timur bergejolak dengan Revolusi Rusia. Ini ditandai dengan berhasilnya menggulingkan feodalisme Kekaisaran Tsar dan menumpas Kaisar Nicholas II beserta keluarganya. Ketika itu dengan segera gelombang revolusi komunis di seluruh Eropa terjadi untuk merealisasikan konsep sosialisme.

Belum puas setelah Perang Dunia Pertama, pada tahun 1939 saat usia Mbah Gotho memasuki 69 tahun, meletus lagi Perang Dunia Kedua dengan penyebab yang tidak jauh dari dampak jangka panjang Perang Dunia Kedua yang berakhir pada 2 September 1945.

Peristiwa Holocaust di daratan Jerman atas restu Adolf Hitler juga berlangsung saat Mbah Gotho berusia 71 tahun. Dimulai pada tahun 1941, 6 juta orang Yahudi dibunuh dalam upaya pembersihan etnis di Jerman. Data lain menyebutkan telah menyentuh 11 juta orang jika ditotal dengan etnis lain non-Yahudi. Pembantaian ini berlangsung di wilayah kekuasaan Nazi Jerman sampai pada tahun 1945.

Berbalik lagi, gejolak nasionalisme di Hindia Belanda juga dilalui oleh usia Mbah Gotho. Pada 17 Agustus 1945 saat pembacaan teks proklamasi oleh Bung Karno, usia Mbah Gotho sudah mencapai 75 tahun. Saat peristiwa besar jatuhnya kekuasaan Presiden Soekarno lewat Gerakan 30 September 1965 yang menewaskan ratusan ribu hingga jutaan rakyat, usia Mbah Gotho sudah memasuki 95 tahun.

Mbah Gotho, pria tertua di dunia asal Sragen jadi sorotan media asing


Tak hanya membuat heboh tanah air, sosok Mbah Gotho ternyata juga menjadi sorotan berbagai media asing. Seperti laman Independent, yang menulis judul 'World's oldest human being discovered in Indonesia at the age of 145'.

Laman berita seperti The Telegraph, DailyMail, dan Mirror juga tak mau kalah sembari memberitakan keinginan Mbah Gotho yang hanya ingin mati.







Ingin Berlangganan Artikel GRATIS dari Fesbuker.com? Masukkan eMail, lalu klik Tombol LANGGANAN: