Netizen Minta Polisi Usut Website Penebar Fitnah Kapolri Perintahkan Periksa Amien Rais - Fesbuker.Com

Netizen Minta Polisi Usut Website Penebar Fitnah Kapolri Perintahkan Periksa Amien Rais


Berita Hoax Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian menginstruksikan Badan Reserse Kriminal Polri untuk memeriksa Amien Rais mendapat bantahan Kapolri.

Baca berita hoax tersebut di: Kapolri Difitnah Perintahkan Bareskrim Periksa Amien Rais Karena Tuding Presiden Lindungi Ahok (BERITA HOAX).

Beberapa netizen berharap situs-situs penebar berita bohong tersebut ditindak. Akun Facebook bernama Teuku Yazid Munawar menulis begini:

"Nah lhooooo....berarti berita kmren yg katanya Kapolri perintahkan untuk memanggil hoax dan fitnah donk....
Segera di tindak aja pak penyebar fitnah kayak gitu"

Sementara, Syamsul Arifin menulis:
"Kalau gitu Polisi harus usut penyebar berita itu !"


Sementara Amin Zakaria justru memuji Kapolri yang tidak mempidanakan website yang telah melakukan fitnah atas dirinya.

"Kapolri hebat, tidak cari orang yg bikin hoax dan mempidanakannya...shg rakyat akan menaruh hormat dan kepercayaan kpd Kapolri, dg cukup memberikan klarifikasi seperti ini." Tulis Amin.

Isu pemberitaan bahwa Kapolri perintahkan Bareskrim periksa Amien Rais terkait aksi ummat islam kemarin diklarifikasi Humas Polri sebagai berita HOAX.

Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian membantah pernah menginstruksikan Badan Reserse Kriminal Polri untuk memeriksa Amien Rais. Beberapa hari terakhir, tersebar berita yang menyatakan Tito memerintahkan Bareskrim memeriksa Amien Rais karena menuding Presiden Joko Widodo telah melindungi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

"Saya melihat ada beberapa berita hoax untuk menyudutkan saya akhir-akhir ini, seperti slide isi arahan saya yang tidak benar dan tidak jelas sumbernya. Juga seolah-olah ada perintah saya untuk memeriksa Pak Amien Rais. Padahal, tidak ada perintah saya, terutama terkait masalah Gubernur Ahok," ujar Tito dalam keterangan tertulisnya, Ahad, 16 Oktober 2016.

Tito mengatakan hubungannya dengan Ahok sebatas hubungan profesional, yakni saat Tito masih menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya pada 2015. "Sesama Forkompimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) yang harus baik hubungannya karena bagian dari komunitas pemimpin Jakarta. Kalau hubungan antar pimpinan tidak baik, kasihan rakyat, akan dirugikan," katanya.

Tito berharap masyarakat tidak begitu saja menyerap berita-berita dan juga informasi-informasi yang diunggah dan disebarluaskan di media sosial. "Medsos tidak bertuan. Setiap orang dapat membuat sesuatu dan sengaja diviralkan untuk agenda mereka sendiri. Apalagi di musim politik pilkada ini," tuturnya.

Menjelang pilkada, menurut Tito, media sosial kerap digunakan untuk mengangkat elektabilitas pasangan calon maupun menyerang pesaing atau pihak lain yang kurang disukai. "Mari kita gunakan cara damai, cerdas, demokratis, dan tanpa kekerasan atau ancaman untuk menunjukkan bahwa bangsa kita adalah bangsa beradab yang sudah dewasa dalam berdemokrasi," ujarnya.

Beberapa hari terakhir, beredar kabar Kapolri Jenderal Tito Karnavian memerintahkan Badan Reserse Kriminal Polri memeriksa Amien Rais. Menurut kabar tersebut, Amien Rais mesti diperiksa karena orasinya provokatif dengan menuding Presiden Joko Widodo melindungi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama terkait dengan tuduhan penistaan agama.







Ingin Berlangganan Artikel GRATIS dari Fesbuker.com? Masukkan eMail, lalu klik Tombol LANGGANAN: