SUBHANALLAH! Anak Ini Hentikan Kuliah S3 di Jepang Karena Ingin Nungguin Orang Tua di Kampung - Fesbuker.Com

SUBHANALLAH! Anak Ini Hentikan Kuliah S3 di Jepang Karena Ingin Nungguin Orang Tua di Kampung


Sore tadi saya main ke rumah kenalan baru saya. Seorang teman baru. Baru kenal beberapa hari. Saya kenal karena tidak sengaja. Sering papasan di jalan, saya pikir pendatang di kalisat ini.
Saya sapa, kenalan, dan main ke rumahnya tadi sore,

Ada yang membuat saya takjub.
Masya Allah.
Dia bukan anak kampung biasa, ternyata.
Dia baru setahun di sini.
Aslinya memang orang sini, Kalisat, tetapi lama di luar kota.
Anda tahu di mana?
Di Jepang!
Ya, dia ternyata kuliah S3 di Jepang.
Dia menekuni bidang fisika, yaitu teknologi sensor.
Anaknya juga lahir di sana.

Bukan, bukan itu yang membuat saya takjub, kalo hanya seperti itu tidak berkesan buat saya.
Yang membuat saya takjub adalah, di masa studi S3 nya yang hampir rampung, dia memilih putus kuliah dan pulang ke Indonesia, ke Kalisat ini, untuk merawat bapak ibunya yang sudah tua.
Tampaknya memang dia disuruh pulang, dan teman saya ini tidak berat hati sedikitpun untuk memenuhi permintaan keduanya.
Jangan dibayangkan keadaan orangtuanya berlebihan, sehingga nanti teman saya ini akan mendapat fasilitas, bisnis, rumah bagus atau semisalnya.
Tidak.
Orangtuanya adalah petani, orang desa tulen, rumahnya juga sederhana.
Dia belajar sampai S3 karena mendapat beasiswa, berarti dia cerdas.

Masya Allah.

Sang istri juga tidak berkeluh kesah sedikitpun, dia ikut kemana pun sang suami membawanya.
Mereka tinggalkan segala fasilitas, peluang kerja dan usaha yang melimpah demi berbakti kepada orangtua.
Mereka mencari keberkahan dengan berbakti kepada orang tua,

Sekarang teman saya ini mencoba bisnis online, juga mulai untuk belajar bertani dan beternak.

Ketahuilah kawan, bahwa sesungguhnya, di hati para orang tua yang ditinggalkan jauh oleh anak-anaknya itu, imma dia studi, bekerja mengejar karir, dst., tersimpan keinginan untuk berkumpul bersama. Seandainya waktu bisa diputar, tentu mereka tidak akan mengizinkan anak-anak mereka pergi jauh, apalagi bila ujung-ujungnya hanya untuk mencari uang.
It's all about the money, isn't it?
Namun mungkin karena sekarang anak-anak tersebut telah mapan, telah jadi orang, telah jadi akademisi sukses, jadi pengusaha, maka mereka tidak leluasa mengungkapkannya.
Sedikit banyak pasti ada penyesalan, karena dulu mereka yang ingin anak-anaknya jadi seperti itu. Apalagi bila orangtua sedang sakit, tambah pilu perasaan mereka.
Benarlah kata pepatah arab; "mangan ora mangan sing penting kumpul".

Maka hendaknya kita sebagai anak-anak peka akan hal ini.
Bagi yang punya orangtua yang telah sepuh dan kesepian, pulanglah bila mereka telah menyuruh kalian untuk pulang.
Pulanglah kepada orangtua kalian, atau ajak tinggal bersama, kalau mereka mau.

Mereka itu sebenarnya nelongso, namun tidak bisa menyampaikan, bukan tidak mau.
Yakinlah bahwa Allah Maha Pemberi rizqi, yang menyuruh kita untuk berbakti kepada orangtua, tidak akan menyia-nyiakan kita. Carilah keberkahan hidup dengan berbakti kepada orangtua.

Dalam usaha kehidupan ini, keberkahanlah yang hendaknya kita jadikan tujuan, bukan kuantitas semata. Dan sumber keberkahan yang sangat besar adalah berbakti kepada orangtua. Yang penting kita ada kemauan untuk berusaha mencari sumber penghidupan yang halal, pasti Allah mudahkan.
Dan tentu selain keberkahan, juga kran pahala yang mengalir deras.

Allah Ta’ala berfirman:

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

“Dan Rabb-mu telah memerintahkan agar kamu jangan beribadah melainkan hanya kepada-Nya dan hendaklah berbuat baik kepada ibu-bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, ‘Ya Rabb-ku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah menyayangi aku pada waktu kecil.’” (Al-Israa’ : 23-24).

--------

Si istri teman saya itu, punya orangtua yang juga sepuh di Bondowoso. Tinggal bapaknya karena ibunya telah meninggal dunia. Namun demikian dia menunjukkan baktinya kepada suaminya dengan ikut suaminya merawat mertuanya.
Ini inspirasi juga buat kaum hawa, bahwa setelah menikah, maka suami lebih utama dari orangtua sendiri, memang demikianlah yang diperintahkan oleh Allah.

'Alaa kulli haal, dunia ini hanya sementara, saya share ini, karena menurut saya ini inspiratif dan bermanfaat.

You may agree or disagree with it.

Semoga kita semua dimudahkan untuk berbakti kepada orangtua kita, aamiin.

Baarakallahu fiykum.







Ingin Berlangganan Artikel GRATIS dari Fesbuker.com? Masukkan eMail, lalu klik Tombol LANGGANAN: