Umat Islam Memaafkan, Menyayangi, dan Berdoa untuk Ahok. Akankah? - Fesbuker.Com

Umat Islam Memaafkan, Menyayangi, dan Berdoa untuk Ahok. Akankah?


Sumber gambar: detikcom
Minggu pagi ini saya jalan-jalan ke Facebook. Berita demo umat Islam di Jakarta Jum'at lalu masih banyak bertebaran di sana-sini. Satu persatu saya lewati karena menurut saya sudah basi. Ya paling cuma gitu-gitu aja.

Hingga akhirnya, mouse saya terhenti pada sebuah komentar menarik. Akun Facebook bernama Hulaimi Al Amin mengomentari berita yang dishare seseorang di FB yang berjudul: "Habib Rizieq: Jika dalam 30 Hari Ahok Tak Ditangkap, Halal Darahnya". Begini bunyi komennya:
Dulu orang-orang musyrik menghina al-qur'an sebagai sihir, karangan, mitos leluhur dll bahkan rasullullah diludai, dilempari batu, dan dikatakan sebagai orang gila. Walaupun demikian, nabi merespon mereka dengan menjenguk mereka yang sakit, memaafkan mereka yang minta maaf, dan mendokan mereka agar mendapat petunjuk dan hidayah. Itulah sikap islam, agama damai dan cinta kasih (kutipan stts ustd sya)
Beberapa jurus saya tercenung setelah membaca tulisan dalam komentar tersebut. Iya juga ya. Andai kita menjadi pemaaf dan memaafkan Ahok. Toh, dulu ketika Umar bin Khattab masih kafir dan menjadi musuh Islam, Kanjeng Nabi berdoa kepada Allah Swt agar Umar bergabung sebagai muslim. Nah, kenapa kita tidak memaafkan Ahok dan mendoakannya agar diberi hidayah.

Ketika Nabi dilempari batu hingga berdarah-darah. Malaikat Jibril datang menawarkan bantuan guna membinasakan orang-orang kafir itu. Justru sebaliknya, Nabi menolak dan malah mendoakannya. "Ya Allah berilah hidayah pada kaumku karena sesungguhnya mereka belum tahu".

Ah, sudahlah. Hal itu tidak akan pernah terjadi. Umat Islam yang berdemo di bawah komando Habib Rizieq adalah orang-orang pandai yang sangat-sangat paham Al Quran dan sunnah Rasul. Tidak perlu diajari begini-begini tentang Islam.

Saya lalu walking-walking lagi. Kali ini mendapati berita dari News.detik.com yang dishare seorang kawan. Begini bunyinya:

Tanaman hias di depan Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, rusak berat terindak-injak ribuan massa 'Aksi Bela Islam' yang berdemo pada Jumat (14/10). Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak mau menuntut ganti rugi.

"Kami maafkan saja soal taman. Tinggal perbaiki," kata Ahok saat dihubungi detikcom, Jumat (14/10/2016).

Ahok mengatakan, sudah sering pihaknya mengimbau agar pendemo menjaga keamanan dan ketertiban saat berdemonstrasi. Selalu diingatkan agar massa tidak menginjak-injak tanaman hias. Namun sayangnya, imbauan ini selalu diabaikan.
Sampai di sini saya kembali terdiam. Ahok memaafkan mereka? Apakah karena takut untuk menggugat? Ataukah ingin mengajari mereka bagaimana menjadi pemaaf?

Entahlah. Kata Nusron: "Hanya Ahok yang tahu apa yang dilakukan Ahok".









Ingin Berlangganan Artikel GRATIS dari Fesbuker.com? Masukkan eMail, lalu klik Tombol LANGGANAN: