Ahok: Saya Tidak Akan Mundur, Tidak Ada Niat Saya Nawaitu Menghina Al-Quran - Fesbuker.Com

Ahok: Saya Tidak Akan Mundur, Tidak Ada Niat Saya Nawaitu Menghina Al-Quran

Berita Ahok Terbaru Tidak akan Mundur

Calon petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menegaskan tidak akan mundur dalam pertarungan Pilkada DKI 2017. Apalagi Undang-Undang Pilkada melarang seorang pasangan calon mundur dalam pesta demokrasi.

Basuki atau akrab disapa Ahok mengaku lebih baik dinyatakan bersalah oleh penegak hukum atas dugaan penistaan agama ketimbang mundur dari pertarungan Pilkada. Sampai saat ini proses hukum atas kasus dugaan penistaan agama masih berada di tangan kepolisian.

“Terus maksa saya mundur, saya katakan saya tidak mungkin mundur. Saya lebih ikhlas rela kalau salah proses hukum. Ya tangkap saya, penjarakan saya saja. Daripada saya harus mundur, ini jelas posisinya,” katanya di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (5/11).

Mantan politisi Gerindra menegaskan keinginannya menjadi Gubernur DKI Jakarta untuk mewujudkan keadilan sosial. Sehingga dia merasa yakin segala tindakannya demi kemaslahatan umat bukan untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

Ahok mengklaim, sebagai warga negara negara yang taat hukum, dia akan selalu hadir dalam pemeriksaan. Dia juga menegaskan bahwa tidak ada niat buruk menghina Alquran.

“Orang saya mau mewujudkan keadilan sosial kok ini ada orang yang taat hukum. Saya dipanggil, saya datang dan saya sampaikan tidak ada niat saya nawaitu menghina Al-Quran,” tutupnya.

Hal senada disampaikan Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat. Dia menyebut gubernur petahana yang berpasangan dengannya, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, tidak akan mundur dari Pilkada 2017.

"Itu hoax (kebohongan)," ujar Djarot di Pasar Palmeriam, Jakarta Timur, Jumat (4/11).

Djarot mengaku tidak mendengar kabar apapun terkait isu Ahok membatalkan keikutsertaan pada pemilihan kepala daerah.

Lebih dari itu, Djarot menilai pilkada 2017 merupakan ujian serius bagi demokrasi Indonesia. Isu suku, agama, ras, dan aliran lainnya, kata Djarot, sepatutnya tidak merusak demokrasi yang sudah menjadi nilai bangsa sejak lama.

"Saya oleh Tuhan ditakdirkan lahir menjadi orang Jawa yang beragama Islam. Pak Ahok ditakdirkan Tuhan sebagai orang Belitung Tionghoa yang beragama Kristen. Itu sudah kodrat bagi kita semua," ujarnya.

Djarot menyatakan, sebagai pasangan kepala daerah, mereka tidak akan terpecah. "Kami sudah bersumpah bahwa kami menyatu," tuturnya.







Ingin Berlangganan Artikel GRATIS dari Fesbuker.com? Masukkan eMail, lalu klik Tombol LANGGANAN: