Shalat Tahajjud: Keutamaan dan Tips Agar Bisa Sholat Tahajjud di Ujung Malam (Aa Gym) - Fesbuker.Com

Shalat Tahajjud: Keutamaan dan Tips Agar Bisa Sholat Tahajjud di Ujung Malam (Aa Gym)

Keutamaan Shalat Tahajjud

Aa Gym, Ust. Arifin Ilham, Ust. Yusuf Manshur, dll selalu menekankan pentingnya shalat tahajjud. Dan, mereka pun menjalankannya.

Di laman FB, KH Abdullah Gymnastiar atau yang masyhur dengan sebutan Aa' Gym menulis tentang Shalat Tahajjud: Keutamaan dan Tips Agar Bisa Sholat Tahajjud di Ujung Malam.

Fadhilah dan Keutamaan Shalat Tahajjud

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tidak pernah meninggalkan sholat tahajud semalam pun termasuk saat beliau sakit.

Termasuk juga para sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam walaupun sudah sangat sepuh, tapi tetap melaksanakan Sholat Tahajud.

Bila kita mengetahui keutamaan Sholat Tahajud, pasti kita tidak akan mau meninggalkannya.

Tidak ada satupun jamuan terindah yang diadakan kecuali di sepertiga malam terakhir.

Bila kita dijamu oleh pejabat, penguasa atau orang penting pasti kita senang, apalagi kita dijamu oleh Penguasa langit dan bumi.

jamuan Allah bisa berupa ampunan, terkabulnya doa, pertolongan, ketenangan dan keberkahan.

oleh karena itu, mari kita bertekat menjadi AHLI TAHAJUD. Bagaimana cara agar bisa bangun di sepertiga malam terakhir?

Tips Agar Bisa Bangun Sepertiga Malam untuk Sholat Tahajjud

Bangun di sepertiga akhir malam merupakan anugerah khusus yang tidak semua orang bisa mendapatkannya. Berikut beberapa ikhtiar agar Anda bisa bangun malam untk sholat tahajjud.
  1. Niat shalat tahajjud
  2. Tidur lebih awal
  3. Berwudhu sebelum tidur
  4. Jangan berkata kecuali yang bermanfaat
  5. jangan terlalu kenyang dengan makanan
  6. menseting alarm, sempurnakan ikhtiar.
Semoga kita menjadi ahli tahajud yang istiqomah sampir akhir hayat kita.

Sumber: FP Aa Gym

Apakah Shalat Tahajjud itu?

Shalat tahajjud disebut sebut juga shalat malam (shalat lail). Karena tergolong shalat malam, maka bukan tahajjud namanya jika dikerjakan pada waktu siang.

Definisi shalat tahajjud menurut Wikipedia:

Salat tahajjud adalah salat sunnat yang dikerjakan di malam hari atau sepertiga malam setelah terjaga dari tidur. Salat tahajjud termasuk salat sunnat mu'akad (salat yang dikuatkan oleh syara'). Salat tahajjud dikerjakan sedikitnya dua rakaat dan sebanyak-banyaknya tidak terbatas.

PENGERTIAN DAN HUKUM SHALAT TAHAJJUD Menurut Ust Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Shalat Tahajjud (Qiyaamul Lail) adalah shalat sunnah yang dilakukan seseorang setelah ia bangun dari tidurnya di malam hari meskipun tidurnya hanya sebentar. Sangat ditekankan apabila shalat ini dilakukan pada sepertiga malam yang terakhir karena pada saat itulah waktu dikabulkannya do’a.

Hukum shalat Tahajjud adalah sunnah muakkadah (sunnah yang sangat ditekankan). Shalat sunnah ini telah tetap berdasarkan dalil dari Al-Qur-an, Sunnah Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, dan ijma’ kaum Muslimin.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَىٰ أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا

“Dan pada sebahagian malam, lakukanlah shalat Tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu; mudah-mudahan Rabb-mu mengangkat ke tempat yang terpuji” [Al-Israa/17 : 79]

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

كَانُوا قَلِيلًا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

“Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam; dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah).” [Adz-Dzaariyaat/51 : 17-18]

Allah Ta’ala berfirman.

تَتَجَافَىٰ جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdo’a kepada Rabb-nya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebagian dari rizki yang Kami berikan kepada mereka. Seorang pun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata, sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” [As-Sajdah/32 : 16-17]

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman.

أَمَّنْ هُوَ قَانِتٌ آنَاءَ اللَّيْلِ سَاجِدًا وَقَائِمًا يَحْذَرُ الْآخِرَةَ وَيَرْجُو رَحْمَةَ رَبِّهِ

“(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah di waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (adzab) akhirat dan mengharapkan rahmat Rabb-nya?…” [Az-Zumar/39 : 9]

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

أَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الصَّلاَةِ الْمَكْتُوْبَةِ الصَّلاَةُ فِيْ جَوْفِ اللَّيْلِ.

“Shalat yang paling utama setelah shalat yang fardhu adalah shalat di waktu tengah malam.”



Sumber: https://almanhaj.or.id/2358-pengertian-dan-hukum-shalat-tahajjud.html

Pengertian lain mengenai shalat tahajjud bisa Anda cari di Google.

Hukum Shalat Tahajjud

Sebagaimana dijelaskan di atas, hukum menjalankan sholat tahajjud adalah sunnah muakkadah. Bukan sunnah biasa, melainkan sunnah yang dikuatkan kedudukannya sehingga nyaris menuju 'wajib'.

Perbedaan Shalat Tahajjud dan Qiyamul Lail

NB: Shalat tahajjud sama dengan shalat lail (bukan qiyamul lail)

Para ulama menegaskan, qiyam lail lebih umum dari pada tahajud. Karena qiyam lail mencakup semua kegiatan ibadah di malam hari, baik berupa shalat, membaca Al-Quran, belajar mengkaji ilmu agama, atau dzikir. Selama ketaatan itu dilakukan di malam hari, sehingga menyita waktu istirahatnya, bisa disebut qiyam lail. Baik dilakukan sebelum tidur maupun sesudah tidur.

Dalam Maraqi Al-Falah dinyatakan,

معنى القيام أن يكون مشتغلا معظم الليل بطاعة , وقيل : ساعة منه , يقرأ القرآن أو يسمع الحديث أو يسبح أو يصلي على النبي صلى الله عليه وسلم

Makna Qiyam lail adalah seseorang sibuk melakukan ketaatan pada sebagian besar waktu malam. Ada yang mengatakan, boleh beberapa saat di waktu malam. Baik membaca Al-Quran, mendengar hadis, bertasbih, atau membaca shalawat untuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. (Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah, 34/117).

Sementara tahajud hanya khusus untuk ibadah berupa sholat. Sementara ibadah lainnya, selain shalat, tidak disebut tahajud.

Apakah Shalat Tahajjud Harus Setelah Tidur?


Ulama berbeda pendapat tentang syarat bisa disebut sholat tahajud, apakah harus tidur dulu ataukah tidak.

1. Shalat Tahajud harus tidur dulu


Ini merupakan pendapat Ar-Rafi’i – ulama madzhab Syafii –. Dalam bukunya As-Syarhul Kabir, beliau menegaskan,

التَّهَجُّدُ يَقَعُ عَلَى الصَّلَاةِ بَعْدَ النَّوْمِ ، وَأَمَّا الصَّلَاةُ قَبْلَ النَّوْمِ ، فَلَا تُسَمَّى تَهَجُّدًا

“Tahajud istilah untuk shalat yang dikerjakan setelah tidur. Sedangkan shalat yang dikerjakan sebelum tidur, tidak dinamakan tahajud.”

Setelah menyatakan keterangan di atas, Ar-Rafi’i membawakan riwayat dari katsir bin Abbas dari sahabat Al-Hajjaj bin Amr radhiyallahu ‘anhu,

< يَحْسَبُ أَحَدُكُمْ إذَا قَامَ مِنْ اللَّيْلِ يُصَلِّي حَتَّى يُصْبِحَ أَنَّهُ قَدْ تَهَجَّدَ ، إنَّمَا التَّهَجُّدُ أَنْ يُصَلِّيَ الصَّلَاةَ بَعْدَ رَقْدِهِ ، ثُمَّ الصَّلَاةَ بَعْدَ رَقْدِهِ ، وَتِلْكَ كَانَتْ صَلَاةُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Diantara kalian menyangka ketika melakukan shalat di malam hari sampai subuh dia merasa telah tahajud. Tahajud adalah shalat yang dikerjakan setelah tidur, kemudian shalat setelah tidur. Itulah shalatnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Ibnu Hajar dalam Talkhis Al-Habir mengatakan, Sanadnya hasan, dalam sanadnya ada perawi yang bernama Abu Shaleh, juru tulis Imam Al-Laits, dan Abu Shaleh ada kelemahan.

Hadis ini juga diriwayatkan At-Thabrani, dengan sanad dari Ibnu Lahai’ah. Dan riwayat kedua ini dikuatkan dengan riwayat jalur sebelumnya.

2. Shalat Tahajud TIDAK harus tidur dulu


Sholat tahajud adalah semua shalat sunah yang dikerjakan setelah isya, baik sebelum tidur maupun sesudah tidur. (Hasyiyah Ad-Dasuqi, 7/313). Karena tahajud memiliki arti mujanabatul hajud (menjauhi tempat tidur). Dan semua shalat malam bisa disebut tahajud jika dilakukan setelah bangun tidur atau di waktu banyak orang tidur.

Ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

 أفشوا السلام، وأطعموا الطعام، وصلوا الأرحام، وصلوا بالليل والناس نيام تدخلوا الجنة بسلام

Sebarkanlah salam, berilah makanan, sambung silaturahmi, dan kerjakan shalat malam ketika manusia sedang tidur, kalian akan masuk surga dengan selamat. (HR. Ahmad, Ibn Majah, dan dishahihkan Syuaib Al-Arnauth)

Abu Bakr Ibnul ‘Arabi mengatakan,

 في معنى التهجد ثلاثة أقوال (الأول) أنه النوم ثم الصلاة ثم النوم ثم الصلاة، (الثاني) أنه الصلاة بعد النوم، (والثالث) أنه بعد صلاة العشاء. ثم قال عن الأول: إنه من فهم التابعين الذين عولوا على أن النبي صلى الله عليه وسلم كان ينام ويصلي، وينام ويصلي . والأرجح عند المالكية الرأي الثاني

Tentang makna tahajud ada 3 pendapat: pertama, tidur kemudian shalat lalu tidur lagi, kemudian shalat. Kedua, shalat setelah tidur. Ketiga, tahajud adalah shalat setelah isya. Beliau berkomentar tentang yang pertama, bahwa itu adalah pemahaman ulama tabi’in, yang menyandarkan pada ketarangan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidur kemudian shalat, kemudian tidur, lalu shalat. Sedangkan pendapat paling kuat menurut Malikiyah adalah pendapat kedua. (Dinukil dari Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah, 14/86)

Catatan: Bagi anda yang dikhawatirkan tidak mampu bangun sebelum subuh untuk tahajud, dianjurkan untuk shalat sebelum tidur. Sekalipun tidak disebut tahajud oleh sebagian ulama, namun dia tetap terhitung melakukan qiyam lail, yang pahalanya besar. Semoga Allah memberikan kekuatan kepada kita untuk bisa istiqamah dalam melakukan ketaatan. Amiin.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits Sumber: https://konsultasisyariah.com/18087-sholat-tahajud-tanpa-tidur-dulu.html








Ingin Berlangganan Artikel GRATIS dari Fesbuker.com? Masukkan eMail, lalu klik Tombol LANGGANAN: