Angola Resmi Haramkan Islam Atas Desakan Cina. Berita Hoax atau Nyata? - Fesbuker.Com

Angola Resmi Haramkan Islam Atas Desakan Cina. Berita Hoax atau Nyata?

Fesbuker.com menerima kiriman pesan berantai yang tampaknya dishare secara berjamaah. Beritanya berjudul *Angola Resmi Melarang Islam, Kesepakatan Dengan RRC*. Sebuah berita basi yang menarik.

Dilihat dari tulisannya, poster yang marak disebar tersebut sepertinya tidak ditulis oleh orang muslim yang berilmu. Perhatikan kesalahan penulisan lafadz istighfar tersebut.

Basi karena itu cerita lama sejak 2013.
Menarik karena dikaitkan dengan dihubungkan dengan maraknya berita 'serbuan' Cina ke Indonesia akhir-akhir ini.

Berikut kami copas berita berantai tersebut. Di akhir tulisan ini juga kami copas hasil investigasi detikcom yang menyatakan berita tersebut hoax alias bohong.

Angola, sebuah negara di Afrika menjadi negara pertama yang secara resmi memberlakukan pelarangan terhadap agama Islam. Masjid menjadi bangunan yang terlarang, kitab suci al-Quran menjadi sekadar “buku” yang dilarang keberadaannya, sholat, puasa ramadhan, dan semua yang berbau Islam menjadi terlarang keras.

President Angola Jose Eduardo dos mendukung penuh pelarangan ini tanpa mempertimbangkan asas kebebasan memeluk agama bagi rakyatnya.
”Inilah akhir pengaruh Islam di negara kami,” ujarnya seperti dilansir dari Morroco News.
Presiden menetapkan pelarangan Islam melalui Menteri budaya, Rosa Cruz e Silva yang akan mengumumkan secara langsung. Menurut Silva, agama Islam memang belum mendapatkan izin dari pemerintahannya. ”Proses legalisasi Islam tidak disetujui oleh Kementerian kehakiman dan HAM. Masjid mereka akan segera ditutup,” katanya. Silva mengatakan pelarangan Islam bukan tanpa pertimbangan. Menurutnya Islam tidak sejalan dengan adat istiadat dan budaya masyarakat Angola, tanpa merinci budaya apa yang dimaksud.
Proses pelarangan eksistensi Islam di Angola diyakini bukan tanpa sebab dan tanpa proses panjang. Mungkin ada banyak sebab, dan mungkin pula salah satunya adalah “serbuan investor dan pekerja Negara Komunis RRC” ke Angola.
Cina Kuasai Angola, Sebentar Lagi Indonesia
Terkait dengan berbondong-bondongnya warga negara Cina ke Indonesia, Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID) Jajat Nurjaman mengatakan, beredarnya video dengan judul Indonesia adalah Angola Berikutnya?

“ Jokowi sepertinya memberikan kebebasan kepada RRC dalam masalah hubungan luar negeri, terlihat sekali dalam menjalin hubungan dengan Cina. Ini sudah merupakan bentuk penjajahan modern, jika dulu asing hanya bisa mengeruk hasil bumi Indonesia secara terbatas, yang terjadi sekarang malah semakin parah. Bukan hanya menguasai hasil bumi, namun berbagai mega proyek di Indonesia pun telah diserahkan ke Cina, sementara itu rakyat hanya akan jadi penonton bahkan menjadi tamu di negerinya sendiri”,,,

*SHARE SEBANYAK2 NYA AGAR RAKYAT INDONESIA TERBUKA MATA DAN HATINYA*

Ini hasil Investigasi detikcom:

detikcom menelusuri awal pesan tersebut, termasuk media asing yang menuliskan berita tentang pelarangan Islam di Angola. Hasilnya, memang ada sejumlah media asing seperti Al Jazeera, Daily Mail dan International Business Time yang memberitakan hal tersebut. Namun perlu dicatat, kabar tersebut diberitakan tahun 2013 lalu. Sementara untuk tahun 2016 atau 2015 pemberitaan itu hampir tidak ada, kecuali di media lokal Pakistan.

detikcom juga mengontak KBRI di Windhoek, Namibia yang juga merangkap untuk Angola pada Rabu (28/1) malam. Di ujung telepon menjawab Konselur Pensosbud Pramudya Sulaksono. Dia mengaku juga mendapat kabar soal isu itu.

"Akhir 2015 lalu kami ke Angola dan melakukan konfirmasi," jelas Pramudya.

KBRI Windhoek mengontak Kemlu Angola juga imam besar masjid di Angola. Konfirmasi didapatkan, tidak ada pembakaran dan pelarangan Islam.

Menurut Pramudya, isu yang berkembang ini sudah lama, sejak 2013 lalu. Tapi entah mengapa, isu ini muncul lagi di media di Indonesia dan Pakistan, serta beberapa negara Islam.

"Di Angola ini memang sedang berkembang ekonominya. Minyak sedang booming di sini. Mayoritas penduduk di sini Katolik karena pernah menjadi jajahan Portugis, Islam juga ada di bagian utara, serta ekspatriat yang datang," terang dia.

"Isu lama ini sedang diangkat kembali. Kami tegaskan, sudah kami konfirmasi tidak ada pelarangan Islam di sini, Imam Besar Masjid di Angola juga sudah memastikan," tutur dia.


Kesimpulan:

Informasi yang beredar mengenai pelarangan Islam dan pembakaran serta pengrusakan masjid di Angola tidak benar atau hoax. Masalah itu memang pernah terjadi tahun 2013 lalu. Namun saat ini Islam sudah diterima di Angola. (detik.com)

Kami juga share di sini postingan tahun 2013 dari sebuah web, sebagai berikut:

ANGOLA, LARANG KERAS ISLAM BERKEMBANG !


Saat konstitusi di Angola menjamin kebebasan beragama bagi semua warganya, hak itu tampaknya tidak berlaku bagi para pemeluk agama Islam, yang dilarang di negara Afrika bagian barat daya itu.

Menurut berbagai surat kabar di Angola, negara itu telah melarang agama Islam. Angola telah menjadi negara pertama di dunia untuk mengambil sikap yang keras terhadap Muslim.

Presiden Angola Jose Eduardo dos Santos mengatakan, Ahad (24/11), pemerintah Angola bekerja demi mengakhiri pengaruh Islam di Angola untuk selamanya.

"Ini adalah akhir dari pengaruh Islam di negara kita. Sekali lagi, tidak ada kata-kata apa atau siapa yang telah dipengaruhi dan mengapa hal itu harus dihentikan," kata Jose Eduardo dos Santos sebagaimana dikutip Lunar Network yang diberitakan Mi’raj News Agency (MINA).

Sebelumnya, Menteri Kebudayaan Angola, Rosa Cruz e Silva mengatakan, Jumat (22/11), proses legalisasi Islam belum disetujui oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Angola.

Alasan agama perlu disahkan di Angola belum secara pasti dinyatakan oleh Cruz e Silva.

Cruz e Silva juga mengatakan, penutupan masjid adalah langkah terbaru dalam upaya Angola untuk menghentikan apa yang disebutnya aliran agama ilegal. Di bawah undang-undang baru di Angola, banyak aliran agama tiba-tiba menjadi tindakan kriminal.

"Proses legalisasi Islam belum disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia. Masjid mereka akan ditutup sampai pemberitahuan lebih lanjut," kata Cruz e Silva seperti dikutip Agence Ecofin.

Gubernur ibukota Angola, Luanda, Bento Bento dilaporkan mengatakan pada sebuah stasiun radio lokal, umat Islam tidak diterima di Angola dan pemerintah tidak akan melegalkan keberadaan masjid di negara itu.

Menurut Menteri Cruz e Silva, tindakan itu diperlukan untuk melawan tanpa henti terhadap munculnya jamaah muslim yang beribadah bertentangan dengan kebiasaan budaya Angola.

Sementara, sebuah laporan menyatakan, agama-agama lain yang tidak disahkan akan menghadapi penutupan rumah ibadah mereka, sejauh ini tempat ibadah Islam sudah menjadi utama dan satu-satunya target yang dilaporkan.

Bulan lalu, pemerintah Angola menghancurkan menara masjid dan menghancurkan satu-satunya masjid di Zango, Luanda. Penghancuran semua masjid di negara itu telah direncanakan pada masa yang akan datang.

Laporan itu menambahkan, saat ini, cara menjadi "agama yang sah" di Angola tidak jelas, pemerintah sangat kasar menindak sekte ilegal.

Kelompok agama harus melakukan permohonan status hukum di Departemen Kehakiman dan Kebudayaan Angola. Jika tidak disahkan, kelompok agama tidak diperbolehkan untuk membangun sekolah-sekolah atau tempat ibadah.

Cruz e Silva telah berhasil mengetahui terdapat hampir 200 sekte keagamaan ilegal yang berbeda di Angola sehingga tidak hanya Islam yang telah dilarang di Angola.

Cruz e Silva juga mengatakan bahwa ada lebih dari 1000 permohonan yang telah disampaikan oleh kelompok-kelompok agama dalam upaya untuk melegalkan sekte mereka.

Kelompok Islam telah membuat banyak permohonan, tapi tidak jelas kapan atau apakah mereka akan pernah disetujui.

Cruz e Silva mengatakan, proses legalisasi Islam hanya tidak disetujui dan, oleh karena itu, masjid harus tetap tertutup "sampai pemberitahuan lebih lanjut."

Khawatir Islam berkembang

Pemerintah Angola sangat khawatir atas perkembangan Islam serta dampaknya terhadap organisasi dan struktur masyarakat di negara itu.

Islam di Angola adalah agama minoritas, diperkirakan berjumlah antara 80 ribu-90 ribu Muslim, merupakan dua setengah persen dari 18,5 juta penduduk Angola, yang sebagian besar memeluk kepercayaan adat tradisional (47 persen), sementara 38 persen penduduk Angola memeluk Katolik Roma dan 15 persen lainnya memeluk Kristen Protestan.

Kebanyakan Muslim di sana adalah migran berasal dari Afrika Barat dan Lebanon.

Pada 31 Maret 2009, Cruz e Silva menyatakan keprihatinan tentang pertumbuhan dan peningkatan jumlah pemeluk Islam di Angola untuk wakil dari komisi keenam dari Majelis Nasional.

"Kami khawatir dengan perluasan Islam dan dampaknya pada organisasi dan struktur masyarakat Angola," ungkap Cruz e Silva.

Pada saat berita ini dipublikasikan, media Islam berpusat di Afrika Selatan, Cii Radio mencoba mengklarifikasi mengenai kebenaran laporan berita pelarangan Islam di Angola, namun belum menerima tanggapan dari Kedutaan Angola di Afrika Selatan.

Cii Radio juga melaporkan, dua pejabat Angola di kedutaan Afrika Selatan yang tidak menyadari seperti apa Islam itu kemudian membutuhkan penjelasan saat pihak Cii Radio klarifikasi melalui telepon, Senin (25/11). (T/P02/R2).

http://mirajnews.com/afrika/12316-angola-jadi-negara-pertama-berlakukan-pelarangan-islam.html





Ingin Berlangganan Artikel GRATIS dari Fesbuker.com? Masukkan eMail, lalu klik Tombol LANGGANAN: