Ini Penyebab Ustadz Ponpes Ibnu Mas'ud di Bogor Bakar Umbul-Umbul Merah Putih - Fesbuker.Com

Ini Penyebab Ustadz Ponpes Ibnu Mas'ud di Bogor Bakar Umbul-Umbul Merah Putih

Ustadz Ponpes di Bogor Bakar Umbul-Umbul Merah Putih
Ustadz Pondok Pesantren Ibnu Mas'ud, Desa Sukajaya, Kecamatan Taman Sari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, MS (24), ditetapkan sebagai tersangka pembakar umbul-umbul merah putih. Dia membakar umbul-umbul tersebut setelah geram menonton televisi.

Kapolres Bogor AKBP Andi M Dicki mengatakan, saat itu di televisi banyak acara yang menampilkan program perayaan HUT ke-72 RI pada Rabu, 16 Agustus 2017 malam.

Usai menonton, pelaku kesal. Dia kemudian keluar dan membakar umbul-umbul yang ada di depan ponpes.

"Dia membakar umbul-umbul itu sebagai representasi kebencian terhadap negara," ujar Dicki di Bogor, Jumat (18/8/2017).

Menurut dia, pelaku memang tidak mengakui Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Namun, petugas masih mendalami hal ini.

"Iya, tapi ini masih terus kita dalami. Intinya tersangka menolak NKRI," kata Dicki.

Sebelumnya, Pondok Pesantren (Ponpes) Ibnu Mas'ud di Kampung Jami, Desa Sukajaya, Kecamatan Taman Sari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, digeruduk ratusan warga. Penyebabnya, pemilik ponpes itu dikabarkan membakar umbul-umbul merah putih.

Polres Bogor pun memeriksa 29 orang, termasuk 23 orang di antaranya sebagai pengurus, pengajar, satpam, dan staf di pesantren tersebut. Satu orang di antaranya kemudian ditetapkan sebagai tersangka kasus pembakaran umbul-umbul merah putih di Pondok Pesantren Ibnu Mas'ud, Desa Sukajaya, Kecamatan Taman Sari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
BACA JUGA: PROFIL PESANTREN TAHFIDZ IBNU MAS'UD

Buntut Pembakaran Bendera, Pemerintah dan Muspika Tamansari Tutup Ponpes Ibnu Mas’ud

pondok pesantren ibnu mas'ud
Ratusan warga Desa Sukajaya, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, menyerbu Yayasan Pondok pesantren Ibnu Masud di Kampung Jami, Desa Sukajaya. Warga marah karena umbul-umbul merah putih yang berada tepat di depan bangunan pondok pesantren (ponpes) itu dibakar. Peristiwa pembakaran umbul-umbul merah putih tersebut terjadi pada Rabu (16/08/2017) malam.

Menurut seorang warga, Dahlan (34), awalnya warga yang tengah mempersiapkan peringatan HUT ke-72 RI mendengar ada peristiwa pembakaran umbul-umbul merah putih di depan pagar ponpes.

“Kami lagi siap-siap untuk lomba 17-an, dengar ada pembakaran. Spontan warga berkumpul lalu mendatangi ponpes. Kami ingin pihak ponpes bertanggung jawab atas perbuatannya,” katanya saat ditemui dilokasi pada Kamis (17/08/2017).

Ia menambahkan, warga yang marah berdatangan dari Kampung Jami dan Kampung Nambo di Desa Sukajaya. Tidak lama, puluhan polisi tiba di lokasi dan melakukan penyekatan.

“Warga akhirnya tidak bisa masuk ponpres karena ditahan polisi. Warga pun menunggu di depan ponpes hingga hari ini (Kamis 17/8),” imbuhnya.

Kepala Desa Sukajaya, Wahyu menegaskan, sesaat setelah mendapat informasi pembakaran umbul-umbul merah putih dirinya langsung mendatangi lokasi kejadian agar tidak terjadi kemarahan warga. Setelah melakukan dialog antara pihak Pondok Pesantren dengan perwakilan warga, pemerintah desa se-Kecamatan Tamansari serta unsur Muspika akhirnya diambil kesepakatan bahwa aktivitas Ponpes akan dihentikan dan seluruh penghuninya akan meninggalkan ponpes.

“Benar sudah terjadi pembakaran oleh dua orang pelaku yang diduga penghuni ponpes, karena setelah melakukan aksi pembakaran yang diketahui warga pelaku langsung masuk kedalam ponpes,” kata Kades.
BACA JUGA: PROFIL PESANTREN TAHFIDZ IBNU MAS'UD
Sementara itu, Jumadi, pemimpin Ponpes Ibnu Mas’ud enggan berkomentar saat dimintai keterangan sejumlah awak media serta hanya menundukan kepala seraya meninggalkan ruangan tempat dilakukan mediasi. Pantauan di lokasi, ratusan aparat kepolisian bersenjata lengkap terus bersiaga disekitar lokasi kejadian untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan.





Ingin Berlangganan Artikel GRATIS dari Fesbuker.com? Masukkan eMail, lalu klik Tombol LANGGANAN: