Pengajian Ust. Firanda Yang Ngaku Ahlussunnah Itu Dibubarkan Massa Ahlussunnah Aceh - Fesbuker.Com

Pengajian Ust. Firanda Yang Ngaku Ahlussunnah Itu Dibubarkan Massa Ahlussunnah Aceh

Saya tak habis pikir membaca berita Sejumlah masyarakat membubarkan kajian dakwah yang disampaikan oleh Ustaz Dr. Firanda Andirja Abidin, Lc., M.A. di Masjid Al Fitrah, Keutapang, Aceh Besar, Kamis (13/6) malam. Kejadian itu bermula ketika Ustaz Dr. Firanda Andirja Abidin, Lc., M.A. sedang menyampaikan kajian setelah salah Mangrib.

Ricuhan terjadi di Masjid Al Fitrah di Desa Ketapang, Banda Aceh, Kamis (13/6) malam. Kericuhan diduga disebabkan warga Aceh yang menolak kehadiran ustaz Firanda Andirja Abidin yang mengisi ceramah malam itu. 
Bukankah Ustadz Firanda Andirja itu dari Manhaj Salafi yang selama ini mendeklarasikan sebagai pengusung paham Ahlussunnah wal jamaah? Kok masyarakat Aceh yang notabene penganut Ahlussunnah waljamaah mengusirnya.
Pengajian ustadz firanda dibubarkan
Ustadz Firanda Andirja diusir dari Aceh

Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Trisno Riyanto mengatakan penolakan terjadi lantaran warga Aceh menganggap aliran yang dianut Ustaz Firanda tidak sejalan dengan aliran kebanyakan warga Aceh. 
Warga Aceh, menurut Trisno, kebanyakan menganut paham atau aliran ahlussunah wal jamaah atau Aswaja.   
"Jadi alasan Ustaz Firanda tidak diterima karena masyarakat sini menyatakan aliran di sini kan kebanyakan Aswaja, (sedangkan aliran) yang dibawa (Ustaz Firanda dianggap) Wahabi, seperti itu. Jadi tentu akibatnya ada kemarahan warga, karena sebagian besar warga di sini Aswaja,” terang Trisno saat dikonfirmasi Republika.co.id, Jumat (14/7).
Namun saat ini, kata dia, kondisi sudah kembali aman dan tentram. Kericuhan memang sempat terjadi, tapi setelah panitia bersedia menghentikan pengajian yang dibawa Ustaz Firanda, masyarakat pun kemudian berangsur-angsur membubarkan diri.   
“Kondisi (sekarang) aman terkendali, tidak ada masalah, (hanya) semalam saja ada sedikit kericuhan, karena pihak panitia sudah terlanjur mengundang dan masyarakat sudah ada (yang datang ikut pengajian),” kata dia. 
Saat ditanyakan keberadaan Ustaz Firanda, menurut Trisno, pada saat kericuhan terjadi, anggotanya langsung mengamankan ustaz dari masjid. Kemudian pada Jumat (14/6) pagi tadi telah meninggalkan Banda Aceh.  
“Tadi malam langsung diamankan, lalu kita komunikasi dengan pihak panitia dan juga masyarakat di sini supaya jangan membuat hal-hal yang mengacaukan suasana atau keributan (besar) sehingga kedua belah pihak memahami, dan panitia mengantar ustaz keluar dari Banda Aceh tadi pagi jam 07.00 (terbang) pakai Garuda,” kata Trisno.

MUKTAMAR INTERNASIONAL ASWAJA DI CHECNYA TEGASKAN SALAFI WAHABI BUKAN AHLUSSUNNAH


Muktamar Ulama Ahlu Sunnah di Chechnya mengeluarkan kesepakatan bahwa sekte Salafi atau wahabi bhentukan Saudi Arabia bukan bagian dari mashab Ahlus Sunnah.

Muktamar yang digelar di Cecnya selama beberapa hari dan berakhir pada 30/08/16, itu dihadiri ulama-ulama besar Ahlu Sunnah diantaranya, Syaikh al-Azhar, DR. Ahmad Thayyib, Ulama Yaman Habib Umar Bin Hafidz, Mufti Mesir Syaikh Syauqi Alam, Habib Ali Al Jufri, Syaikh Usamah al-Azhari, Mantan Mufti Mesir, Syaikh Ali Jumah dan lebih dari 200 ulama Ahlus Sunnah dunia.

Mereka menyampaikan syukur dan terima kasih kepada Presiden Chechnya Ramadhan Ahmed Kadyrov atas terselenggaranya muktamar ini.

Salah satu kutipan dari 11 rekomendasi yang dikeluarkan oleh muktamar yang diututup oleh al-Allamah Syaikh Ali Gomaa itu menyebutkan bahwa muslim Ahlus Sunnah adalah mazhab Asyairah dan Maturidiyyah, dan mengeluarkan sekte Wahabi dari kelompok Islam Sunni.

Sebelumnya, grand Shaikh al-Azhar dalam muktamar itu merujuk pada tindakan yang dilakukan kelompok-kelompok Takfiri Wahabi dan menyebut, “Globalisasi telah menguasai Timur dengan penyebaran berbagai penyakit dan cacat moral serta kebebasan yang kacau dan absurd”, katanya.

“Kelompok-kelompok Takfiri dengan berbagai tindakannya yang tercela sama sekali tidak ada kaitannya dengan Ahlussunnah Wal Jamaah”, merujuk pada tindakan barbar kelompok Wahabi bentukan Saudi Arabia.

Menurut Seikh, kalangan Wahabi memanfaatkan penyimpangan sebagian orang yang menisbatkan dirinya kepada Sunnah, untuk menyebarkan kedengkian dan kebencian. Sementara mazhab Asyari mempresentasikan akidah salaf dengan penuh amanah dengan metodologi baru,” tandasnya.

Selain itu, dikatakannya, pengafiran, merupakakan sebab utama pertumpahan darah dan saling bunuh membunuh sesama kaum muslimin dengan dalih berjihad melawan orang-orang kafir.

Syeikh menegaskannya, saat ini umat Islam selama ribuan tahun hidup dalam persatuan dengan berbagai keragaman dan perbedaan yang terpuji dan jauh dari perpecahan dan pertentangan yang tercelah.





Ingin Berlangganan Artikel GRATIS dari Fesbuker.com? Masukkan eMail, lalu klik Tombol LANGGANAN:

0 Response to "Pengajian Ust. Firanda Yang Ngaku Ahlussunnah Itu Dibubarkan Massa Ahlussunnah Aceh"

Posting Komentar